Sulbar.WahanaNews.co, Majene - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa jaringan Irigasi Malunda di Desa Kayuangin, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), memiliki potensi signifikan dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Menurutnya, sistem Irigasi Malunda juga ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai, termasuk petugas penyuluh pertanian yang siap bekerja untuk mengatur aliran air dan melakukan perawatan.
Baca Juga:
Pemprov Sulbar Dorong Pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Sulbar
“Jadi kami akan pastikan, koordinasikan tepat waktu tahun ini. Tapi nanti tentunya dilanjutkan juga untuk saluran sekunder dan tersier,” kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Dia menilai Irigasi Malunda sangat potensial dikembangkan sesuai rencana pemerintah untuk merevitalisasi Bendungan Kayuangin.
Adapun Sulawesi Barat menjadi provinsi ketujuh yang dikunjungi pemerintah dalam rangka perbaikan irigasi untuk mendukung program swasembada pangan.
Baca Juga:
Polisi Usut Kasus Keracunan 42 Balita hingga Remaja di Sulbar
Program irigasi ini berhubungan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia pun berharap MBG dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.
Melalui pembangunan irigasi, diharapkan komoditas pokok bisa diproduksi lebih banyak.
"Sehingga bisa menyuplai untuk kebutuhan makan bergizi. Jadi siswanya yang menerima makanannya mendapatkan gizi, tapi warganya mendapatkan berkah juga,” ujarnya.
Bima menyampaikan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengalokasikan anggaran untuk irigasi.
Dia berharap hal ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah (pemda). Setelah dana diberikan, pemda diminta memastikan alokasi anggaran tersebut bergulir tepat sasaran dan tepat guna, khususnya untuk perbaikan irigasi, penyuluh pertanian, dan kegiatan lain yang mendukung.
“Ada rencana dari pusat, ada alokasi anggaran dari Kementerian PU, baiknya itu nyambung dengan yang disiapkan, yang diusulkan di daerah, itu satu. Yang kedua, setelah anggaran dikucurkan, ya tentu kita perlu pastikan adanya sistem yang berjalan,” jelas Bima.
Pada kesempatan itu Bima Arya menggelar dialog dengan petani, komunitas, dan pihak-pihak terkait tentang kondisi irigasi dan pertanian yang ada di Irigasi Malunda.
Dalam diskusi tersebut, masyarakat memberikan sejumlah masukan, di antaranya menyangkut sertikasi penyuluh pertanian, irigasi untuk tanaman hortikultura, hingga ekstensikasi dan intensikasi tanaman padi.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]