Program tersebut menggunakan gabungan kurikulum nasional dan kurikulum internasional yakni International Baccalaureate (IB), dan sekolah tersebut akan dilengkapi dengan laboratorium STEM, ruang kelas digital dan perpustakaan virtual.
Sekolah itu, juga dilengkapi asrama untuk memupuk toleransi dan pemahaman terhadap keragaman Indonesia. Sekolah tersebut juga akan dibangun pada sejumlah provinsi lain seperti Provinsi Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga:
Pemprov Sulbar Targetkan 108.322 Balita Hadir di 2.100 Posyandu
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]