SULBAR.WAHANANEWS.CO, Polman - Tumpukan sampah semakin mengkhawatirkan di saluran irigasi yang berada di Jalan Padiunggul, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), pada Jumat (4/4/2025).
Melansir TribunSulbar, sampah tersebut sudah memenuhi sepanjang kanal irigasi air.
Baca Juga:
Pemprov Sulbar Alokasikan Rp15 Miliar untuk Pengembangan Kakao di Polman
Tumpukan sampah terbanyak berada di irigasi Jl Padiunggul, tepat di Kompleks Pasar Induk Wonomulyo.
Sampah terdiri dari sisa bahan makanan, sisa sayuran, ini diduga berasal dari para pedagang pasar.
Warga mulai resah dengan banyaknya penumpukan sampah di saluran air tidak mengalir ini.
Baca Juga:
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Polman
Mereka khawatir jika sampah terus dibiarkan menumpuk, dapat menjadi sumber penyakit.
"Lantaran sudah cukup bau, takutnya nanti kalau pintu air sudah di buka, sampah ini akan hanyut ke pantai di Garassi," terang salah satu warga Jl Padiunggul, Arfan kepada wartawan.
Dia mengatakan sampah ini sengaja dibuang para pedagang pasar lantaran tidak tegasnya larangan dari pemerintah kecamatan.
Belum lagi, Pasar Induk Wonomulyo ini beroperasi selama 24 jam kata Arfan, menghasilkan puluhan ton sampah tiap harinya.
Arfan menyebut tumpukan sampah semakin banyak setelah perayaan lebaran Idul Fitri 2025 ini.
"Selama libur lebaran ini, tak ada satupun petugas yang berupaya untuk mengangkut sampah dari drainase air ini," ungkapnya.
Disebutkan penumpukan sampah di drainase air ini mulai terjadi saat bulan puasa kemarin.
Hingga saat ini, tak ada upaya pencegahan, sehingga kata Arfan sampah semakin banyak menumpuk.
Diakui Arfan tumpukan sampah ini telah mengeluarkan bau tak sedap, serta pemandangan jorok.
"Kita berharap ada kesadaran dari warga sekitar untuk tidak lagi membuang sampah ke drainase air, serta ada upaya pencegahan," ungkapnya.
Dia menambahkan warga ikut-ikutan membuang sampah ke saluran air, lantaran tidak adanya larangan tegas dari pemerintah kecamatan.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]