SPN ini, kata Kapolda selain sebagai pemicu penambahan kuota penerimaan Polri di Sulbar dan sebagai wadah untuk membentuk dan mendidik para calon Polri yang profesional juga bisa digunakan untuk kegiatan umum dari pemerintah maupun pihak lainnya.
“Ke Depan SPN di Mekkatta juga bisa digunakan untuk kegiatan umum selama tidak ada proses pendidikan,” tutur Kapolda.
Baca Juga:
Buka Kegiatan Musrenbang, Kapolda Sulbar Sebutkan 6 Sasaran Prioritas Wujudkan Polri yang Presisi
Terkait program kerja 100 hari kami di Sulbar mungkin akan lebih fokus pada dukungan program pemerintah khususnya untuk penanganan stunting.
Jadi kami akan berupaya untuk menurunkan angka stunting dengan menggalakkan bhabinkamtibmas dan babinsa serta membangun kerjasama dengan kementrian yang siap mendukung suplai gizi ke Sulbar.
Selain itu, Kapolda juga mengungkapkan akan membuat command center untuk memonitor perkembangan penanganan stunting. Minimal kita bisa bertahan di angka stunting di sulbar saat ini alias tidak meningkat.
Baca Juga:
Jumat Curhat Sekaligus Silaturahmi Dengan Wartawan, Kapolda Sulbar Paparkan Gambaran Kamtibmas
Menurut Kapolda, daerah Sulbar itu daerah yang kaya akan protein karena ada di daerah pesisir banyak ikan tentunya tetapi kenapa angka stunting tinggi? ternyata ikannya di jual dan uangnya di belikan Indomie sehingga kurang gizi.
Untuk itu, Ia berharap berdasarkan program yang akan dilancarkan ke depan seperti penyaluran bantuan gizi dapat menurunkan angka stunting di Sulbar.
Kami juga akan melakukan intervensi spesifik agar inti permasalahan stunting ini bisa teratasi dan terus memantau kegiatan stunting kita harapkan ke depan di sulbar dapat berkurang syukur-syukur kalau bisa berkurang seperti di Bali melalui bantuan suplai gizi kepada masyarakat.