Sementara, Kepala Dinas PUPR Sulbar Muhammad Aksan menyampaikan, pembangunan infrastruktur jalan melalui dana PEN tersebut dinilai sudah mencapai 100 persen pengerjaan, dan tinggal proses pembenahan bahu-bahu jalan.
"Untuk saat ini, ada sekitar lima kiilometer jalan yang sementara dalam proses pengerjaan, namun semua pembangunan jalan mulai dari Lampa hingga Keppe itu mencapai 60 kilometer dan saat ini sudah dikerjakan melalui dana PEN mencapai 40 kilometer," urainya.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
"Tahun ini, kita juga masih sementara proses pelelangan dari DAK untuk menangani pengerjaan jalan yang berat," ujar Muhammad Aksan.
Sementara itu Lurah Matangnga Darmawan mengatakan, sebelumnya jalan poros Matangnga tepatnya di Keppe kondisinya sangat memprihatinkan.
Namun saat ini Darmawan, jalan tersebut sudah mulus, yang berimbas pada perkembangan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para petani jangka pendek yang sudah bisa menjual hasil kebunnya ke Pasar Wonomulyo.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
"Awalnya, sangat susah untuk membawa hasil alam kebun kami khususnya jangka pendek ke kota, sebab dikenakan biaya ongkos transpor hasil kebun lebih tinggi dari pada keuntungan yang didapatkan dari penjualan hasil kebun. Alhamdulillah sekarang sudah sangat lancar," ujar Darmawan.
Pembangunan jalan dari Lampa hingga ke perbatasan Kabupaten Mamasa lanjutnya, telah selesai dibangun sepanjang 6 kilometer dan tersisa dua kilometer sudah dapat memasuki Kabupaten Mamasa.
"Sehingga, jika ditambah enam kilometer maka warga Mamasa sudah bisa memasarkan hasil kebun ke Kabupaten Polewali Mandar," kata Darmawan.[jef]