"Di Balanipa ada 36 unit rumah, tersebar pada 8 desa, 1 kelurahan," ujar Syukri dikonfirmasi terpisah.
Dia juga mengaku masih melakukan pendataan untuk mengurai kategori kerusakan setiap rumah terdampak angin puting beliung.
Baca Juga:
Peringati Hari Krida Pertanian 2026,Bupati Karo: Mari Kita Bangun Pertanian Secara Produktif dan Moderen
"Sementara diolah oleh kasi (kepala seksi) berapa berat, sedang, ringan, sebentar akan diurai," tuturnya.
Dijelaskan Syukri, rumah yang rusak diterjang angin kencang umumnya mengalami kerusakan pada bagian atap.
"Rata-rata pada bagian atap, terbuka atap rumahnya terbawa angin, dan rata-rata sudah tidak bisa digunakan lagi," imbuhnya.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Perempuan 3 Tahun Jadi “Kejahatan Kemanusiaan”, KemenHAM Jabar Soroti Penanganan dan Pembiayaan Korban
Sebelumnya, angin kencang juga merusak sedikitnya 17 rumah warga di Desa Lembang-lembang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (3/1).
"Ada 17 rumah, umumnya lepas atap dan dinding," kata Kepala Desa Lembang-lembang, Muh Sukran Amin kepada wartawan, Selasa (3/1/2023).
Menurut Sukran, terjangan angin kencang yang disertai hujan deras, terjadi sekira pukul 00:30 WITA, Selasa dini hari (3/1). Tiga dusun terdampak yaitu Dusun Lembang-lembang, Dusun Banua Baru dan Dusun Teppo.