SULBAR.WAHANANEWS.CO, Mamuju - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu dari dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Masuppu di Dusun Talambai, Desa Lambanan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.
"Di hari ketiga pencarian dua korban terseret arus Sungai Masuppu Kabupaten Mamasa, satu korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju Mahmud Afandi, Senin (17/3/2025).
Baca Juga:
Hari Keenam Operasi SAR, Tiga Korban Longsor Kembali Ditemukan di Bandung Barat
Jasad korban bernama Daktu Lakbi (64) kata Mahmud Afandi, ditemukan pada Senin siang sekitar pukul 12. 20 WITA, sejauh 34 kilometer dari lokasi awal diduga korban terseret arus sungai bersama cucunya yang bernama Aprilia (5).
Korban ditemukan kata Mahmud Afandi setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan drone thermal ke arah aliran sungai Desa Rate, Kecamatan Masanda, Kabupaten Tanah Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.
Proses evakuasi dari lokasi kejadian ke posko SAR gabungan kata Mahmud Afandi memakan waktu hingga dua jam akibat arus sungai yang cukup deras dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Baca Juga:
Hari Ketiga Operasi SAR Longsor Pasirlangu, Lima Excavator dan Anjing K9 Dikerahkan
Setelah upaya keras tim SAR gabungan, akhirnya jasad Daktu Lakbi berhasil dievakuasi kemudian langsung diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk penanganan lebih lanjut.
"Proses pencarian hari ini dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok untuk pencarian satu korban lagi," terang Mahmud Afandi.
Dua warga Kabupaten Mamasa, yakni Daktu Lakbi dan cucunya Aprilia kata Mahmud Afandi, dilaporkan hilang terseret arus sungai di Dusun Talambai, Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa itu sejak Sabtu (15/3/2025).