Ia berharap, ke depan investasi akan tumbuh apabila komoditi itu dikelola secara profesional mulai dari pengembangan produksi, pengolahan dan pemasarannya. Ia menyebut produksi komoditi kakao di Sulbar 67.494 ton per tahun, sedangkan kopi 4.801 ton per tahun sedangkan sukun mencapai 1.405 ton per tahun.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]